Anda pernah mendengar istilah kehamilan di luar kandungan. Banyak informasi beredar di masyarakat, tapi apa sebenarnya kehamilan di luar kandungan itu ? Apa benar ibu jadi tidak subur setelah mengalami kehamilan di luar kandungan ?
Apa itu kehamilan ektopik ?
Kehamilan ektopik atau yang dikenal orang awam sebagai kehamilan di luar kandungan adalah implantasi (penanaman) ovum yang telah dibuahi di tempat yang tidak semestinya (diluar rahim). Tempat yang sering menjadi lokasi kehamilan ektopik adalah :
Ujung fimbriae tuba falopii (saluran telur) (17%)- Ampula tuba falopii (55%)
- Isthmus tuba falopii (25%)
- Pars intertisialis tuba falopii (2%)
- Permukaan ovarium
- Serviks uteri
- Omentum perut (kehamilan abdominal), sangat jarang terjadi.
Yang perlu diperhatikan adalah, pada kehamilan di luar kandungan ini, janin tidak mungkin berkembang dan hidup selayaknya janin yang tertanam di rahim sehingga kehamilan ini tidak mungkin diteruskan.
Siapa yang beresiko mengalami kehamilan ektopik ?
- Riwayat salfingitis (radang saluran telur) : resiko meningkat 5-10 kali lipat.
- Perlengketan saluran telur (tuba falopii)
- Kelainan anatomi tuba
- Riwayat operasi pada saluran telur sebelumnya
- Penggunaan kontrasepsi oral yang hanya mengandung progesterone saja
- Merokok
- Usia tua
- Riwayat abortus berulang
Kenapa hal ini berbahaya ?
Rahim adalah organ yang diciptakan untuk penanaman ovum yang terbuahi, sehingga memiliki ketebalan yang cukup untuk akar-akar ari-ari (plasenta) menempel kuat. Bila ovum ini menempel di tempat lain, maka ada dua hal yang dapat terjadi :
- Akar ari-ari menempel lapisan saluran telur tersebut, lalu menimbulkan perdarahan-perdarahan kecil kemudian ovum terlepas dan mati. Selanjutnya sisa-sisa jaringan keluar secara spontan, tertinggal sebagian atau membentuk gumpalan darah yang menyumbat saluran telur.
- Akar ari-ari ini akan menembus lapisan saluran telur tersebut dan mengakibatkan rupture atau robeknya organ tersebut dan akibatnya timbul perdarahan hebat yang dapat menimbulkan kematian. Hal ini terjadi pada 35% kehamilan ektopik.
Apa gejala dari kehamilan ektopik ?
Sayangnya, tidak ada gejala atau tanda yang khas pada kehamilan ektopik ini, sang wanita akan merasakan hal yang sama dengan kehamilan normal lainnya. Gejala hebat timbul bila telah terjadi robekan yang berarti anda sudah terlambat. Gejala tersebut adalah rasa nyeri pada daerah panggul atau perut, perdarahan per vaginam, pingsan atau pandangan berkunang-kunang. Bila timbul gejala diatas selama kehamilan, anda harus segera ke rumah sakit.
Bagaimana mendeteksi dini kehamilan ektopik ini ?
Deteksi dini adalah jalan terbaik mengatasi kehamilan ektopik. Pertama adalah anda harus positif hamil terlebih dahulu. Kemudian anda dapat melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal untuk deteksi dini yang akurat. USG dilakukan pada usia kehamilan 4-5 minggu. Hasil positif bila tidak ada gambaran kantong kehamilan (gestasional sac) pada rahim. Hasil akan lebih akurat bila dikombinasikan dengan pemeriksaan kadar hCG. Pada kehamilan normal, kadar hCG akan meningkat 2-3 kali lipat dalam waktu 2 hari setelah pemeriksaan pertama. Tetapi pada kehamilan ektopik, kadar hanya meningkat sedikit.
Apa yang harus dilakukan ?
Kehamilan ektopik ini harus diakhiri. Bila kehamilan diketahui secara dini dan tuba belum pecah, maka dapat disarankan penggunaan obat methotrexate. Obat ini dapat diberikan bila, ukuran kantong kehamilan < 4cm, keadaan umum ibu baik, dan sarana kesehatan mudah dicapai ibu. Akan tetapi obat ini tidak boleh diberikan pada ibu sedang menyusui, imunitas lemah, alkoholisme, adanya penyakit ginjal dan hepar, blood dyscrasia, penyakit paru aktif, dan ulkus peptikum.
Bila telah terjadi kerusakan atau rupture tuba, maka terapi definitifnya adalah pembedahan.
Bagaimana bila saya memutuskan hamil lagi ?
Ibu yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat hamil lagi selayaknya wanita normal, hanya saja memiliki resiko kehamilan ektopik lagi sebesar 10% pada wanita dengan factor resiko dan 1% pada wanita normal. Sebaiknya anda memeriksakan kandungan anda secara teratur ke dokter kandungan agar kehamilan anda sehat dan lancar.
Benarkah kehamilan di luar kandungan membuat saya tidak subur ?
Tentu saja tidak. Anda memiliki dua saluran tuba, sehingga bila hanya satu yang tidak dapat berfungsi maka anda masih memiliki satu saluran lagi. Apalagi bila kehamilan ektopik dideteksi dini dan dioperasi dengan baik, maka saluran telur anda masih dapat diselamatkan.
Sumber :
Ilmu Obstetri Dasar Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta






1 Komentar
bagi yang belum pernh hamil, artkel tersebut penting. saya sudah pernah hamil di indung telur kanan. disitu juga bersaang miom yang lengket dengan indung telur, sehingga dengan terpaksa, indung telur juga diangkat bersama dengan miom dan janin. akhirnya, saya hidup dengan satu indung telur dan telah mempunyai 3 anak. alhamdulillah