Jangan terlalu lama menonton televisi !

Sekarang ini kegiatan menonton TV sudah menjadi kegiatan yang dilakukan setiap hari. Bahkan, nonton TV bisa dilakukan di mana saja mulai dari di ruang keluarga, di kamar tidur juga di dalam mobil. Dengan perkembangan teknologi terbaru, nonton TV juga bisa melalui handphone. Bagi kebanyakan orang, hal ini sangat menyenangkan. Namun, ternyata ada beberapa masalah kesehatan yang dapat mengganggu kita akibat menonton TV terlalu lama.

Sebuah angka stastistik menunjukkan bahwa kita cenderung menonton TV rata-rata 4 jam per hari. Saat sedang nonton TV, kebanyakan dari kita akan duduk di depan televisi dan menikmati acara. Hal ini artinya kita tidak melakukan aktivitas lain selama menonton TV. Beberapa orang bahkan cenderung nonton TV sambil makan snack. Bila hal ini telah berlangsung lama dan menjadi kebiasaan, tubuh kita akan lebih tidak aktif sehingga lebih mudah mengalami overweight bahkan obesitas. Obesitas memperbesar kemungkinan seseorang menderita penyakit jantung koroner, stroke, dan gangguan kesehatan lainnya. Selain obesitas, kita juga memperbesar kemungkinan terkena diabetes mellitus. Semakin lama kita nonton TV per hari, semakin besar kemungkinan kita terkena penyakit ini.

Saat menonton TV, kita juga menyaksikan iklan yang dikemas dengan menarik tapi tidak menyehatkan seperti junk food, minuman soda, rokok, dan permen. Semakin sering kita melihat iklan tersebut, keinginan untuk mencoba akan semakin besar.
Menurut data statistik AC Nielsen, kebanyakan orang menonton TV dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Hal ini berarti, kebanyakan orang nonton TV sebelum tidur. Sebuah riset menunjukkan bahwa orang yang nonton TV sebelum tidur, lebih mudah terkena insomnia. Mengapa hal ini dapat terjadi?? Berbagai kegiatan yang dilakukan sebelum tidur mempengaruhi timbulnya insomnia. Nonton TV menyebabkan otak bekerja keras secara aktif dengan proses mendengar, melihat, mencerna informasi, dan menerima memori baru. Sedangkan untuk tidur, kita memerlukan keadaan tubuh yang tenang dan relax. Hal ini tentu sangat berlawanan, sehingga kita akan cenderung lebih sulit tidur setelah menonton TV. Walaupun demikian, hal ini tidak terjadi pada semua orang. Selain kegiatan yang dilakukan sebelum tidur, faktor lain seperti keadaan umum seseorang, tingkat stress, dan keadaan sekitar tempat kita tidur juga mempengaruhi timbulnya insomnia.

Kesimpulannya, perbanyaklah kegiatan yang membuat badan bergerak lebih aktif

DAFTAR PUSTAKA
1. www.kidshealth.org
2. www.emedicine.com
3. private health insurance BUPA UK. www.bupa.co.uk.

Beri komentar | Kirim Konsultasi Baru

Beri komentar Anda, atau beri trackback dari blog pribadi Anda. Anda juga dapat mengikuti komentar di sini melalui RSS.

Mohon untuk tidak mengirimkan pertanyaan konsultasi di sini. Kami tidak bertanggung jawab atas tidak terjawabnya pertanyaan Anda, ataupun atas jawaban-jawaban yang muncul di kolom ini.

Email Anda dirahasiakan. Bagian yang bertanda * wajib diisi

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.