Keloid Hilang, Kulitpun Indah

Benjolan pada kulit yang dikenal dengan sebutan keloid suatu saat mungkin dapat menghampiri kulit kita terutama ketika ada luka, baik terkena guratan pisau, luka bakar, bekas bisul ataupun jerawat. Keloid yang menempel di dalam kulit sering terlihat menyebalkan di mata orang. Keloid dapat mengakibatkan estetika kulit berkurang terutama bila keloid tersebut timbul di tempat yang sangat tidak diharapkan yaitu wajah. Bagi kaum perempuan, kecantikan mereka akan menjadi sangat terganggu.

Apa sih keloid itu? Keloid adalah benjolan padat di kulit yang merupakan pertumbuhan proliferatif (perbanyakan) dari jaringan fibrosa (jaringan ikat pada kulit) setelah mengalami penyembuhan luka. Keloid sebenarnya merupakan suatu tumor jinak pada kulit namun keloid tidak mengundang bahaya pada nyawa. Keloid yang lebih dari 1 kita sebut sebagai keloidosis.

Pada suatu luka, proses katabolisme dan anabolisme mencapai keseimbangan kira-kira 6-8 minggu setelah operasi. Pada keadaan normal, luka yang terjadi pada kulit akan membuat sel-sel kulit dan jaringan penghubung (fibroblast) mulai menggandakan diri untuk memperbaiki kerusakan. Pada kasus keloid, terjadi ketidakseimbangan antara pembentukan dan penghancuran (degradasi) kolagen. Meskipun luka sudah tertutup, pertumbuhan yang berlebih terus terjadi sehingga mengakibatkan penumpukan fibroblast dan kemudian penonjolan keluar permukaan kulit yang akhirnya membentuk benjolan di jaringan luka.

Faktor penyebab keloid masih belum diketahui dengan pasti, tetapi diduga disebabkan oleh peradangan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keloid antara lain adalah:
1. Genetik dan ras
Keloid berhubungan dengan gen HLA-B14, HLA-B21, HLA-BW16, HLA-BW35, HLA-DR5, HLA-DQW3, dan golongan darah A. Keloid lebih banyak ditemukan pada orang kulit hitam dibandingkan orang kulit putih di barat. Keturunan Afrika lebih banyak menderita keloid dibandingkan orang kulit putih. Begitu juga dengan Malaysia. Kebanyakan masyarakat India memiliki kulit yang mudah terkena keloid, kedua adalah bangsa Melayu, dan ketiga adalah bangsa Cina.
2. Umur
Keloid umumnya muncul pada anak-anak dan dewasa muda (10-30 tahun). Pria dan wanita tidak memiliki perbedaan dalam memiliki keloid.
3. Jenis dan lokasi trauma
Keloid lebih sering terjadi pada peradangan yang lama sembuh dan pada daerah dengan regangan kulit yang tinggi, misalnya: dada, bahu, leher, kepala, dan tungkai.
4. Vaksinasi
Biasanya vaksinasi BCG akan menimbulkan bekas.

Gejala dan tanda dari keloid adalah adanya benjolan kemerahan berbentuk kubah, keras, tidak teratur, berbatas jelas, menonjol, pigmentasi, ukurannya jauh lebih besar daripada lukanya sendiri, sifatnya melebar dan meninggi dengan terlihat adanya teleangiectasis. Pada tahap awal benjolan terasa kenyal, gatal, dan nyeri bila disentuh tetapi lama-kelamaan benjolan mengeras dan tidak terasa apa-apa. Perkembangan keloid biasanya cepat, kira-kira dalam jangka waktu bulanan.

Pada pemeriksaan fisik perlu diketahui riwayat lesi, ciri-ciri lesi, serta frekuensi tempat-tempat lesi. Pada keloid sebenarnya tidak perlu melakukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah karena hanya akan mempermahal biaya pemeriksaan, tetapi cukup melakukan biopsi saja.

Lokasi-lokasi munculnya keloid antara lain adalah di pipi, telinga, leher, dan cenderung di dada bagian atas dan bahu.

Terapi yang diberikan untuk keloid antara lain:
• Injeksi kortikosteroid intralesi
Berupa penyuntikan di lokasi keloid. Umumnya penyuntikan perlu dilakukan berulang-ulang sehingga sering kali pasien mengeluhkan ketidaknyamanan.
• Operasi
Pada operasi, sulit untuk melakukan pengangkatan keloid secara menyeluruh. Operasi kurang cocok untuk dilakukan karena dengan membuat sayatan baru maka akan menimbulkan keloid baru lagi.
• Bedah beku (Cryosurgery)
Menggunakan nitrogen cair. Umumnya teknik ini lebih dianjurkan karena kurang menyebabkan nyeri. Tetapi teknik ini hanya bisa diterapkan pada keloid dalam ukuran kecil.
• Bedah skapel
Merupakan operasi ringan pengambilan keloid dengan menggunakan pisau dan benang khusus. Prognosis pada keloid yang hanya diterapi dengan bedah skapel saja biasanya dapat kambuh kembali (>50%). Biasanya teknik ini akan dikombinasi dengan teknik lain.
• Laser
Merupakan metode yang banyak dilakukan karena tidak merusak jaringan di sekitar. Lamanya pengobatan tergantung pada ukuran keloid. Perawatan pasca terapi laser harus hati-hati, misalnya saja tidak boleh terkena air, mengganti perban harus bersih untuk mencegah terjadinya infeksi.
• Pengolesan cream
Untuk mengurangi kemerahan serta meringankan rasa nyeri dan gatal-gatal.
• Kompresi
Pemakaian plester yang mengandung hydroactive polyurethane efektif menyamarkan keloid. Terapi ini hanya dilakukan selama 12 jam sehari secara berturut-turut selama 8 minggu.

Sumber :
• Ilmu Penyakit Kulit, Marwali Harahap, Prof. Dr.
• Ilustrasi Ilmu Bedah Minor, Michael Saleh, Vija K Sodera
• www.majalah-farmacia.com
• www.emedicine.com
• www.drazwan.blogspot.com
• www.medicastore.com
• www.conectique.com
• www.medicinenet.com
• http://cakmoki86.wordpress.com/2007/04/22/keloid-benjolan-kulit-menggemaskan/

15 Komentar

  • chika
    August 9, 2008 | Permalink |

    gimana sih sbenernya ngilangin luka keloid??
    masalahnya makin lama saya rasa keloid saya makin membesar..dan saya takut akan hal itu!!
    saya termaksud keloidosis,,
    krna ad lebih dri satu!!di dengkul dan daerah sekitar atas dada!!

    tolong siapapun yg bisa membantu saya dlam menyembuhkan keloid saya ini..bsa menghubungi saya..

    trimakasi sblumnya..

  • Johar
    October 6, 2008 | Permalink |

    Bagaimana cara mengatasi keloid yang sudah terlanjur melebar? Pada awalnya, saya pakai salep, tapi tak berarti apa-apa, malah semakin lebar.
    Sekarang saya memanfaatkan daun pegagan asli yang dihaluskan. Kemudian di tempelkan pada keloid dan sekitarnya. Hasilnya, meski sangat lambat, tapi berhasil mengurangi pelebaran atau setidaknya menghambat pelebaran keloid. Tapi saya, merasa belum puas. Bagaimana metode medis yang benar benar lebih baik?
    Umur 28 tahun, golongan darah 0. Terima kasih

  • luckey
    October 27, 2008 | Permalink |

    umur sy 20 taun..
    ada keloid di daerah wajah,mungkin bekas jerawat..di sekitar rahang pinggir,kanan dan kiri..
    apakah masih mungkin hilang?
    minimal berkurang lah..
    orang2 di sekitar saya selalu kelihatan risih melihat keloid saya..
    padahal saya biasa biasa saja..

  • unlisted
    November 14, 2008 | Permalink |

    tmnq ada yg kena keloid..itu hsil diagnosis slh satu dokter. Item2 timbul di kaki banyak bgt..
    Kta dokter karena perubahan cuaca dan stress..
    Emang bisa y??
    Trz satu lagi,seingetq awalx merah2 gtu, tapi bukan luka.Lama-lama jadi item menonjol gitu…

  • unlisted
    May 4, 2009 | Permalink |

    Saya mau tanya apakah keloid kalau tidak diobati akan terus membesar?biasanya jangka waktunya berapa lama?Terima kasih….

  • Charie
    December 27, 2008 | Permalink |

    Kalau punya bakat keloid . jika menggunakan laser , ada kemungkinan tumbuh keloid atau tidak ?

  • friska vidyasari
    January 30, 2009 | Permalink |

    saya mau tanya plester yang dimaksud namanya apa…ya,,,,,

  • yuni
    February 9, 2009 | Permalink |

    berarti ga bisa sembuh dong keloid itu?bagaimana cara penyembuhannya??

  • ngGi
    February 20, 2009 | Permalink |

    dimana tempt fsilitasi laser ittu?? di rumah sakit umum bisa, gaaak??? terus, kira2 brapa biayanya??

  • adit
    April 15, 2009 | Permalink |

    aku sudah pernah diterapi, suntik kortikosteroid, operasi, salep mederma, maupun secara tradisional yaitu dikasih getah pepaya, atau lidah buaya campur norit (keduanya dari saran seorang terapis herbal terkenal), bahkan di tekan-tekan dengan botol berisi air panas…

    bekas operasi tumbuh kembali dan kulit bekas transplantasi (paha kanan) ikut menonjol,

    apakah keloid ini penyakit yang memang tdk bisa disembuhkan / dihilangkan secara total?saya capek berobat.atas jwbnnya, terima kasih

  • eldon maron
    April 16, 2009 | Permalink |

    saya punya keloid di telinga sudah 3 kali dioperasi dan sudah 3 tahun disuntik tetapi hasilnya tidak memuaskan ada yang bilang pakai obat seperti koyo namanya osim apakah benar2 bisa mengobati?

  • fira
    April 17, 2009 | Permalink |

    saya mempunyai keloid dilengan atas bekas luka,keloid ini kadang terasa nyeri sekali,.APAkah keloid ini bisa disembuhkan dengan obat tradisional ??

     

  • tantina
    July 19, 2009 | Permalink |

    saya mempunyai keloid disebelah tangan kanan atas, mau bertanya mengenai tempat dokter yang bisa melakukan terapi injeksi kortikosteroid. thanks

  • poni
    December 23, 2009 | Permalink |

    saya mempunyai keloid bekas kecelakaan ,kaki saya mateng kena knalpot,dan keloid ini sudah sekitar 3 tahun,awalnya ga gede ..tapi lama kelamaan jadi melebar,gatel,n kaku,,, dulu saya memakai obat activia condolisa,,tapi tetap aja ga bisa ilang..saya jadi malu jika memakai celana pendek,karena keloidnya itu lebar dan ada 2 bagian,di paha n di betis,,misal menggunakan laser..ke rumah sakit atau kmana??

  • Edy Ph
    January 29, 2010 | Permalink |

    mau tanya apa nama ” PLESTER KELOIT ” tersebut dan dimana dapat membelinya , terima kasih atas perhatiannya

Beri komentar | Kirim Konsultasi Baru

Beri komentar Anda, atau beri trackback dari blog pribadi Anda. Anda juga dapat mengikuti komentar di sini melalui RSS.

Mohon untuk tidak mengirimkan pertanyaan konsultasi di sini. Kami tidak bertanggung jawab atas tidak terjawabnya pertanyaan Anda, ataupun atas jawaban-jawaban yang muncul di kolom ini.

Email Anda dirahasiakan. Bagian yang bertanda * wajib diisi

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.