Duh..tulangku Patah..

Fraktur atau patah tulang adalah keadaan di mana terdapat tulang yang retak, yang salah satunya bisa karena kondisi kesehatan tertentu yang melemahkan tulang (seperti osteoporosis dan kanker), dan biasanya disertai dengan cedera jaringan di sekitarnya.

Ada banyak sekali jenis patah tulang, diantaranya:

  • Patah tulang tertutup (closed fracture).   Patah tulang yang tidak tampak dari luar.
  • Patah tulang terbuka (open/compound fracture). Tulang yang patah dapat terlihat dari luar dan terdapat kulit yang robek, jenis ini rentan terhadap infeksi dari luar.
  • Patah tulang sederhana. Tulang yang patah terbagi menjadi dua dalam satu garis patahan.
  • Patah tulang multi-fragmen. Tulang patah menjadi banyak potongan.
  • Patah tulang lengkap (complete fracture). Tulang patah dan terpisah secara lengkap, sama sekali tidak menyambung.
  • Patah tulang tak lengkap (incomplete fracture). Tulang yang patah sebagian, masih ada sebagian fragmen tulang yang masih menempel.
  • Patah tulang linear. Patah tulang yang sejajar dengan axis panjang tulang.
  • Patah tulang transversal. Patah tulang yang menyilang axis panjang tulang (horizontal).
  • Patah tulang oblique. Tulang patah secara diagonal dari axis panjang tulang.
  • Patah tulang kompresi. Tulang yang patah karena tekanan, biasanya terjadi pada tulang belakang (vertebrae).
  • Patah tulang spiral. Patah tulang di mana ada satu bagian atau lebih dari tulang tersebut yang berputar.
  • Patah tulang patologis. Tulang patah karena keadaan patologis seperti osteoporosis dan kanker yang menyebabkan tulang menjadi rapuh.

Patah tulang paling sering terjadi karena trauma atau cedera pada kecelakaan, jatuh, atau olahraga. Tulang yang patah selain karena trauma, biasanya merupakan jenis patah tulang patologis, yaitu karena tulang yang rapuh (seperti pada osteoporosis, tumor, dan osteogenesis imperfekta).

Gejala yang paling umum bila seseorang mengalami patah tulang adalah nyeri hebat, terutama bila bagian tulang yang patah digerakkan (terutama pada patah tulang tak lengkap), ditekan, atau bahkan disentuh. Sementara itu, gejala subyektif yang dapat dirasakan orang yang bersangkutan adalah ia tidak dapat menggerakkan bagian tubuh yang mengalami patah tulang tersebut. Sementara itu, bisa terdapat darah pada tulang yang patah tersebut dan jaringan di sekitarnya.

Selain melihat gejala, untuk lebih memastikan diagnosa patah tulang dilakukan dengan foto roentgen, CT scan, atau MRI.

Pengobatan pertama pada kejadian patah tulang adalah dengan mendekatkan ujung-ujung tulang yang patah dan mencegah pergerakan tulang tersebut agar memudahkan penyembuhan dan penyambungan kembali tulang yang patah. Umumnya diperlukan waktu minimal 4 minggu dari sejak proses penyembuhan patah tulang hingga tulang dapat dipergunakan kembali

Cara penyembuhan patah tulang dapat berbeda-beda, tergantung lokasi dan jenis patah tulangnya. Patah pada tulang bahu, jari kaki, jari tangan, dan tulang iga dapat disembuhkan dengan membatasi pergerakan secara pembidaian, yaitu menempatkan benda keras di sekeliling tulang.

Sementara itu, patah tulang pada lokasi lain memerlukan imobilisasi total. Tulang tersebut harus tidak boleh digerakkan sama sekali. Beberapa cara imobilisasi ini adalah:
- Pembidaian
- Pemasangan gips
- Penarikan (traksi)
- Fiksasi internal (menempatkan batang logam pada potongan-potongan tulang).

Setelah dilakukan imobilisasi pada tulang, orang yang bersangkutan harus segera melanjutkan pengobatan dengan menjalankan terapi sampai tulang yang patah sembuh sempurna. Hal ini disebabkan karena imobilisasi dapat menyebabkan otot menjadi lemah dan menciut, sehingga akan sulit digerakkan dan kehilangan kekuatannya.

Patah tulang patogenesis karena osteoporosis dapat disembuhkan dengan implant osseointegration, yaitu suatu proses penyambungan tulang dengan memberikan Ibandronate.

Penggunaan kalsium juga sangat membantu dalam proses penyembuhan tulang dan dapat membantu mencegah terjadinya patah tulang kembali atau terjadinya osteoporosis.

REFERENSI:

http://www.depkes.go.id

http://www.info-sehat.com

http://www.kompas.com

http://www.medicastore.com

http://www.republika.co.id

http://www.wikipedia.org

1 Komentar

  • linda
    November 20, 2009 | Permalink |

    Saya mau tanya, anakku 4,5 tahun retak tulang siku tertutup, retaknya rapi sekali seperti dipotong pisau tajam. Sudah ke dokter dan di gips. Obatnya hanya pereda sakit tempra dan vitamin elkana. Yg saya bingung kenapa hari kedua suhu badannya tinggi (39-40 oC) sampai sekarang (hari ke-3). Mengeluh sakit di sekitar lokasi luka.

    Saya tanya 2 adikku yg pernah patah tulang saat masih kecil dan lebih parah, mereka bilang hampir tdk sakit setelah di gips dan suhu tubuh tidak panas.

    Kenapa ya dok?

Beri komentar | Kirim Konsultasi Baru

Beri komentar Anda, atau beri trackback dari blog pribadi Anda. Anda juga dapat mengikuti komentar di sini melalui RSS.

Mohon untuk tidak mengirimkan pertanyaan konsultasi di sini. Kami tidak bertanggung jawab atas tidak terjawabnya pertanyaan Anda, ataupun atas jawaban-jawaban yang muncul di kolom ini.

Email Anda dirahasiakan. Bagian yang bertanda * wajib diisi

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.